Kata Pembuka

Welcome to InAFilmS.org sebagai komunitas film Indonesia di Amerika yang berbasiskan Los Angeles. Apabila anda  seorang insan pekerja film, mahasiswa film atau semata penggemar film yang ingin ikut serta mengangkat nama film nasional, dan anda bermukim di AS, maka anda diundang untuk bergabung menjadi anggota. Silahkan daftarkan diri melalui forum login di website ini. Sekretariat kami akan menghubungi anda untuk hal-hal menyangkut keanggotaan anda.

Who's Online

Saat ini ada 12 tamu online
Menonton Ungu Violet-nya Rako Pujianto Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ichsan Tamami   
Indeks Artikel
Menonton Ungu Violet-nya Rako Pujianto
Halaman 2

Pada hari Sabtu, 23 Februari, saya dan penggemar film nasional di Los Angeles telah menonton film Ungu Violet yang diproduksi di tahun 2005 di Teater Mini KJRI Los Angeles. Menurut Bidang Penerangan KJRI, film yang disutradarai Rako Prijanto dan dibintangi Dian Sastro dan Rizky Hanggono ini dipilih karena memang dinilai cukup bagus, di samping juga memiliki subtitle bahasa Inggeris.

 

Cerita film Ungu Violet menggambarkan kisah percintaan, patah hati dan karakter yang menderita sakit parah, suatu tema yang sangat populer dalam cerita-cerita novel melodrama tahun 70-an.

 

Kisahnya sendiri cukup menarik: Dian Sastro berperan sebagai Kalin seorang penjual karcis bis "BUSWAY" di Jakarta, yang secara tidak sengaja ditemukan oleh Lando (Rizky H) seorang fotograper, yang kemudian membuat Kalin menjadi seorang model terkenal.

 

Namun cerita tidak berakhir sampai di sini, sebab ini malah merupakan awal dari kisah cerita keseluruhan film.

 

Ungu Violet berfokus lebih kepada malapetaka dari kisah cinta antara dua orang yang saling bersebrangan. Namun perlahan-lahan membuka cerita yang lebih mendalam di dalam kehidupan mereka.Titik cerita kisah cinta antara Kalin dan Lando terasa sangat tragis, saat Lando sedikit demi sedikit berusaha menjauh dari Kalin karena rasa takut Lando akan kehilangan Kalin, karena sakit yang diderita Lando.

 

Terus terang, saya jarang sekali menonton film Indonesia. Seperti kebanyakan penonton lain, kalaupun saya menonton film Indonesia yang sudah sudah kelihatannya hanya 'begitu-begitu aja'.


Namun, ketika menonton film Ungu Violet ini, saya benar-benar surprise dengan camera artwork yang ditampilkan; termasuk pemandangan panorama kota Jakarta dari sudut pandang 'bird-view'. Prosesi pemakaman yang direkam pun begitu cantik, yang dapat menggambarkan kesedihan dan kehilangan tanpa harus memperlihatkan keadaan histeris atau kegalau-an seperti tipikal film indonesia yang lain.

 

Film ini saya kira mempunyai unsur-unsur yang harus dipunyai dalam suatu film yang bagus, yaitu, camera work yang kreatif dengan karakter yang menarik, ditambah komposisi musik yang tidak kalah bagus.

 

Memang dari pengamatan saya, hubungan Kalin dengan manager-nya, yang menggambarkan suatu kisah cinta segitiga, masih sangat lemah dan kurang terasa maksimal dalam penggarapannya.

Terlepas dari itu, satu hal yang sangat terasa dari film ini adalah keintiman sutradara dalam permainan komposisi warna dalam film ini, mungkin makanya kenapa film ini juga diberi judul 'ungu'.

 

Sang sutradara selalu menampilkan atau menggunakan warna merah yang konsisten dalam penggambaran karakter Kalin, dan warna biru untuk Lando, saya melihatnya sebagai perpaduan dari dua warna tersebut, merah dan biru yang menjadikan warna 'UNGU', suatu simbol penggabungan antara kisah cinta yang abadi.

 

 


Views: 2298 | Cetak

  Komentar (6)
RSS comments
1. ungu violet
Ditulis oleh Rani Ayunda Diana Sari, pd 03-03-2008 05:28
kenapa ya Mas Med???takut kalah tua ya????hehehe,nggak berani lah aku nyaingin,,,,,itu sekitar 2005 diputar di bioskop di indonesia
2. Film Ungu Violet
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 28-02-2008 17:27
Kalau gue nonton film Ungu Violet ya lumayan bagus tapi, tidak sebagus pada waktu nonton film Denias di gedung theatere Kjri Los Angeles sampai-sampai gue laki-laki bisa menangis dengan cerita film Denias. Namun demikian, pemutaran film Indonesia di KJri Los Angeles sudah mengobati rasa rindu dan mengenang kembali Negara Indonesia yang sudah lama aku tinggalkan sedikitnya gue terhibur dengan pemutaran film tersebut. 
Mudah-mudahan Kjri Los Angeles selalu rutin untuk memutar film Indonesia biar semua kerinduan dapat terobati. sekali lagi film Ungu Violet buat gue cukup bagus. 
 
 
Agung
3. Ditulis oleh Medi Irawan, pd 28-02-2008 15:06
Quote:
..sempat menjadi film favorit saya sih (sewaktu masih muda).

 
 
emang skrg udah tua? :p thn brapa si ini filmnya?
4. UNGU VIOLET
Ditulis oleh rani ayunda, pd 28-02-2008 14:51
Film yang sabtu siang kemarin kita tonton sempat menjadi film favorit saya sih (sewaktu masih muda). Sayangnya, sedikit ada kekecewaan di awal film ini diputar, aktingnya si cowok (yg jadi Lando) gak seru,gregetnya kurang, waktu itu saya, Jeanette, n mas wahyu kaya'nya sempet sama2 sebel di awal cerita :upset 
tapi yang selanjutnya bagus dan mengharukan sih,,,Q jadi menangis terharu, ampe sesenggukan malah, untung nggak ada yang liat, paling2 si Roland,hehe,,,,, :cry :cry :cry :cry :cry
5. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 28-02-2008 00:33
Salam, 
Mau beri komentar sedikit untuk Film UNGU VIOLET :  
Penampilan gambar, warna dan set up tempat tinggal nya menurut saya bagus. Alur cerita nya rada lambat deh yah ... apalagi si tokoh Lando ... aduuuh cape deh nungguin dia berdialog ... ky nya nya he's not the right person for this character.... other than that sudah bagus kok.  
oh iyaaa ... salah satu yg saya suka dari film ini adalah sang sutradara mengkolaborasikan lagi artis-artis hebat era 70-an spt Titi Kadarsih, Rima Melati, Ade Irawan.  
Semoga perfilman kita bisa lebih maju lagi ... salam perfilman buat semua... 
 
Cheers, 
Jeanette :)  
:? :?


Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 27 February 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

 

 

Polls

Bagaimana Penilaian Anda terhadap film "Laskar Pelangi"?