 (Akan Mampukah Film Kita?) Ong Bak 2: The Beginning, film Thailand yang luar biasa itu, akan ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika pada 23 Oktober 2009 ini. Artinya, film laga yang dibintangi Tony Jaa itu akan dinikmati penonton film Amerika secara merata, bukan sekedar tayangan ekslusif atau menonton DVD-nya. Kita akan melihat nanti sejauh mana animo yang ada di AS terhadap film dari Asia Tenggara ini; apakah semakin kuat atau biasa-biasa saja.
Setelah debut pertama Ong Bak: Muay Thai Warrior di 387 bioskop Amerika (2005) dan The Protector (Tom Yang Goong) di 1,541 bioskop (2006) , para penggemar Tony Jaa sedang menantikan kehadiran Ong Bak 2 sebentar lagi. Akan ditayangkannya Ong Bak 2 ini jelas semakin memperkuat langkah luar biasa bagi industri perfilman Thailand. Bahwa film-film Thailand telah menembus pasar regional (termasuk Indonesia), memang sudah berlangsung cukup lama. Kali ini, yang semakin ditembus justru pasar Amerika. Kita tahu, menembus pasar Amerika bukan hal mudah, ketika produksi film dunia didominasi oleh film-film Hollywood. Apabila film asing mampu masuk dan bertahan di bioskop Amerika, itu berarti ada sesuatu yang istimewa di dalamnya.
Semula saya memang tidak terlalu mengenal kiprah industri perfilman Thailand. Bias saya yang terkesan logis adalah bahwa film Thailand pastilah tidak jauh beda dengan tradisi perfilman negara berkembang, yang sepihak ingin maju namun terjebak selera lama, di pihak lain tidak lebih sekedar mengekor apa pun yang terjadi di Barat.
Dengan kata lain, apabila filmnya tidak soal hantu dan dunia mistik, maka pasti tentang upaya mem-validasi gagasan moral sampah apa pun yang dianggap trend di Barat. Yang disebut terakhir, tentulah film itu tentang seks bebas, lesbianisme atau homoseksualitas atau segala pergeseran moral yang disebut modern. Herannya, image yang timbul di kepala saya selalu membayang pada kesimplistikan Nia DiNata---kalau untuk kasus kita.
Setelah menyimak sejumlah film Thailand, saya sebetulnya tidak terlalu salah. Namun, di antara semua lingkaran setan dunia film negara berkembang itu, beberapa permata yang unik terlihat menonjol. Itulah kesan yang ditonjolkan secara kuat melalui film-film yang dibintangi Tony Jaa. Betul bahwa film Thailand seperti Bang Rajan juga cukup baik; tetapi karya-karya Tony Jaa jelas berbeda---Ong Bak dan Tom-Yum-Goong; lalu, Ong Bak 2: The Beginning. Film yang disebut terakhir inilah yang sekarang sedang ditunggu penayangannya di Amerika.
Ketika belum lama lalu saya menyaksikan Ong Bak 1, saya betul-betul terpesona dan mulai mencoba mencari film-film Thailand lainnya. Ternyata film-film lain memang tidak begitu sukses atau tidak begitu istimewa. Yang istimewa ternyata hanya terkait dengan karya bintang Tony Jaa. Apa pun itu dari film Thailand yang akan merebut hati penonton Amerika takkan terlepas dari fenomena Tony Jaa secara pribadi. Adalah figur Tony-nya yang di depan, bukan industri film Thailandnya.
Menyaksikan Ong Bak yang menampilkan satria silat Muay Thai memang membuat kita terpaku. Sebagian besar tentu karena aksi kekerasan yang ditampilkan bukan semata-mata intens, tetapi juga orisinal. Claude Van Damme telah menampilkan Muay Thai, tetapi hasilnya berbeda, belum lagi ditambahi dengan nuansa chauvinistik Barat bahwa sang pendatang adalah pahlawan; sedangkan jagoan setempat menjadi bandit. Kali ini putra Thai Tony Jaa membawa aksi dan idealisme dalam satu tubuh, seorang pahlawan yang sungguh-sungguh membawa nama baik sebuah budaya. Figur Tony Jaa sebagai aktor, sutradara dan koreografer memang mengesankan. Ia yang terpesona oleh Bruce Lee dan Jackie Chan, berhasil mengembangkan tradisi bela diri Muay Thai menjadi lebih tinggi ke dunia film dan merebut hati dunia internasional. Dari filmnya Ong Bak dan The Protector, bukan saja kita disuguhkan tentang martabat dan tradisi, juga kecanggihan ilmu bela diri yang ditampilkan nyata. Tony yang memulai karir film sebagai stuntman, sekarang melompat lincah dan memainkan jurus-jurus Muay Thai-nya secara sendiri dan langsung. Seperti Bruce Lee, ia pun mengkoreografi adegan pertarungan yang memang sangat intens.
Film Ong Bak 1 menghasilkan lebih dari US$ 4,5 juta di AS, sedangkan the Protector meraup US$ 12 juta. Kita lihat nanti berapa penghasilan dari Ong Bak 2; apakah akan lebih besar? Secara global, film The Protector mencapai penghasilan kotor US$ 43 juta. Angka-angka tersebut memang masih cukup jauh dibandingkan dengan film besar di AS, namun untuk sebuah film dari Asia Tenggara, jumlah tersebut sangatlah fantastis dan menjadi pemacu motivasi berkarya masyarakat perfilman Thailand.
The Protector diangkat ke AS oleh Weinstein Company. Semula demikian juga Ong Bak 2, namun kemudian diambil alih oleh Magnolia Pictures. Shamongkol Film International yang membuat Ong Bak, bahkan telah mempersiapkan sequel yang ke-3. Dengan kelebihan dan pesona Tony Jaa, saya kira pesona Thailand di dunia film internasional, termasuk Amerika, masih akan kuat. Tentunya Thailand memerlukan juga figur-figur baru dengan pesona Tony Jaa yang orisinal, apabila ingin tetap mendapat perhatian. Siapa tahun, selalin film laga, aktor dan kisah orisinal Thailand lainnya akan juga mendapat perhatian dunia.
Kapan giliran kita?
Dengan perbandingan Thailand saja, yang jelas kalau yang kita tawarkan hanya untuk mengatakan apa yang anda punya kita punya, maka tawaran kita itu belum cukup. Jadi bukan sekedar memfilmkan kalau poligami dikecam atau kita juga punya para lesbian. Suka atau tidak, komunitas perfilman kita perlu bekerja sangat keras untuk mencari sesuatu yang lebih orisinal, yang lebih kita. Saya kok yakin bahwa dunia tampak lebih ingin mengenal kita, daripada sekedar melihat bayang-bayang mereka di wajah kita.
LA, 15/Sept/2009 Sumber: Kolom-kolom Agusti Anwar Views: 1024 | Cetak
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |